Sulselterkini.com, GOWA — Perkembangan media digital yang semakin pesat membawa tantangan besar bagi generasi muda dalam memilah informasi yang beredar di media sosial. Fenomena penyebaran hoaks, disinformasi, hingga manipulasi digital menjadi ancaman nyata yang memengaruhi cara masyarakat memahami sebuah kebenaran.

Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Ilmu Komunikasi menggelar workshop literasi digital bertajuk “Navigasi di Era Post-Truth: Seni Membedakan Fakta dan Manipulasi Digital” di SMA Negeri 8 Gowa pada Jumat, 08 Mei 2026.

Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias dan diikuti aktif oleh para peserta. Workshop tersebut menjadi ruang edukatif bagi siswa untuk memahami pentingnya literasi media serta kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi derasnya arus informasi digital saat ini.

Dalam sesi materi pertama, Dea Audia Elsaid, M.I.Kom. membawakan materi mengenai fenomena post-truth dan dampaknya terhadap pola pikir masyarakat di era digital. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak semuanya dapat dipercaya begitu saja. Karena itu, masyarakat, khususnya generasi muda, perlu memiliki kemampuan untuk menyaring, memverifikasi, dan memahami informasi secara kritis sebelum menyebarkannya kembali.

Sementara itu, sesi kedua dibawakan oleh Suryani Musi, S.Sos., M.I.Kom. melalui materi bertajuk “Kamu Boleh Viral Tapi Harus Benar: Etika Bermedia Sosial untuk Remaja.” Melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan remaja, beliau menekankan pentingnya etika dalam menggunakan media sosial.

Menurutnya, keinginan untuk viral tidak boleh mengabaikan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kebenaran informasi.

Workshop berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan peserta secara aktif. Para siswa tampak antusias membahas berbagai fenomena media sosial yang sering mereka temui dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari penyebaran hoaks hingga tren konten viral di platform digital.

Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda mampu menjadi pengguna media digital yang lebih cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

Workshop ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran literasi digital di kalangan pelajar di tengah perkembangan era post-truth yang semakin kompleks.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *