Sulselterkini.com – Di tengah meningkatnya tensi geopolitik global yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi nasional dan daerah, Badan Kajian dan Strategis (Bakastra) BPD HIPMI Sulawesi Selatan mengambil langkah strategis. Pada Kamis, 30 April 2026, mulai pukul 08.00 WITA di Swiss-Belinn Panakkukang, HIPMI Bakastra Sulsel akan menggelar Forum Nasional bertajuk Economic Outlook in War 2026 dengan tema besar “Mitigasi Risiko, Optimalisasi Peluang.
”Forum ini hadir sebagai respons atas dinamika global yang kian kompleks—mulai dari konflik kawasan, ketidakpastian pasar energi, hingga tekanan rantai pasok dunia—yang secara langsung maupun tidak langsung memengaruhi iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang temu strategis lintas sektor, mempertemukan unsur pemerintah, pertahanan, akademisi, politisi, dan pengusaha dalam satu meja diskusi terbuka.
Momentum ini dinilai krusial untuk membaca arah kebijakan dan peluang ekonomi 2026 di tengah bayang-bayang ketidakpastian global.Dari unsur pemerintah, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, dijadwalkan hadir memaparkan strategi penguatan ketahanan ekonomi daerah dan kesiapan pemerintah menghadapi tekanan eksternal.
Sementara itu, perspektif stabilitas keamanan dan pengaruhnya terhadap dunia usaha akan disampaikan oleh Panglima Komando Daerah Militer XIV/Hasanuddin, Bangun Nawoko. Kehadiran unsur pertahanan ini menegaskan pentingnya sinergi keamanan dan ekonomi dalam menjaga iklim investasi yang kondusif.
Dari kalangan akademisi dan pertahanan, Marsma TNI (Purn.) Andi Sutomo serta Prof Marsuki DEA, Ph.D akan mengulas proyeksi ekonomi global dan membaca peta geopolitik dunia secara komprehensif.
Analisis berbasis data dan pengalaman strategis diharapkan memberi panduan objektif bagi pelaku usaha.Forum ini juga menghadirkan tokoh pengusaha dan politisi, Andi Rahmat Manggabarani dan Dr. Ashabul Kahfi, yang akan membahas strategi adaptasi dunia usaha dan arah kebijakan publik dalam menghadapi tekanan global.
Diskusi akan dipandu oleh moderator Dr. Abdul Jabbar.Ketua Panitia, H. Akbar, menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar diskusi wacana, melainkan wadah konsolidasi gagasan untuk menghasilkan langkah konkret.
Menurutnya, pengusaha harus mampu membaca risiko sekaligus melihat peluang di tengah situasi yang tidak menentu.“Di tengah tantangan global, yang dibutuhkan bukan hanya kewaspadaan, tetapi juga keberanian mengambil peluang.
Forum ini dirancang untuk melahirkan rekomendasi strategis dan aplikatif bagi dunia usaha,” ujarnya.Ketua Bakastra HIPMI Sulsel, Rijal Madani, menambahkan bahwa Bakastra berkomitmen menjadi ruang kajian yang menghadirkan analisis tajam berbasis data serta rekomendasi kebijakan yang terukur.
Sementara Sekretaris Panitia, Syahrul Awal, memastikan seluruh persiapan telah dimatangkan agar kegiatan berjalan efektif dan berdampak luas.Melalui forum ini, HIPMI Bakastra Sulsel menegaskan perannya sebagai motor pemikiran strategis dalam memperkuat daya tahan dan daya saing ekonomi daerah menuju 2026.
Citizen: Syahban
